Jejak Kyai Klenteng, Pendiri Paseban Kadipaten Kendal (1)
Pribumi Sejati Asal Bojonggede
Desa Bojongede, Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, memiliki sebuah kekayaan risalah sejarah mistis yang patut diuri-uri. Sebuah desa konon awalnya disebut-sebut Desa Bojok. Dan di desa itulah ada seorang pemuda tangguh dari keluarga janda kaya, bernama Siman. Pemuda inilah sejatinya sosok pendiri paseban (Pendopo) Kadipaten atau Kabupaten Kendal. Bangunan paseban pada sekitar tahun 1813 silam tersebut, sejatinya sebuah karya historisnya yang patut dibanggakan warga Kendal sendiri. Siapakah sejatinya beliau dan bagaimanakah hasil penelusuran gaib wartawan koran ini?
Sebuah desa yang sekarang ikut wilayah Kecamatan Ngampel, ada desa bernama Bojongede. Desanya lebih dekat dengan pusat kota Kecamatan Pegandon, kota kecamatan Desa Bojongede sebelumnya. Di desa inilah, wartawan METEOR berhasil melakukan penelusuran terkait sebuah dengan hubungan tali sejarah seorang tokoh ampuh setempat, yang kini lebih dikenal dengan sebutan Mbah Kyai Klenteng.
Perjalanan wartawan koran ini, akhirnya menemui seorang laki-laki sudah berusia 81 tahun, yaitu H. Umarsaid. Seorang juru kunci makom Mbah Kyai Klenteng, yang memiliki nama kelahiran Munajab. Sekalipun usia tua, tapi fisinya masih sehat. Bersama juru kunci makom tersebut, wartawan koran ini melakukan ritual sallam didepan makom Mbah Kyai Klenteng. Setelah melafalkan mantra, akhirnya juru kunci mempersilahkan wartawan koran ini melakukan pemotretan makom. Melakukan penelitian sejenak dengan kondisi makam yang sudah berusia sekitar 200an tahu itu.
Makom Mbah Kyai Klenteng, berada ditengah-tengah pemakaman umum warga Bojong. Makom itu namanya kuburan Slumpring. Sebagian warga meyakini makom tersebut dirasakan cukup wingit. Aura gaibnya juga dirasa cukup dingin, seperti saat METEOR melakukan investigasi ditempat itu. Makom Mbah Kyai Klenteng, memang dibiarkan terbuka. Hal tersebut merupakan wangsit terhadap juru kunci sebelumnya agar makomnya jangan dikasih cunggup (rumah-rumah disertai atap) dari Kyai sendiri.
Kyai Klenteng, merupakan penduduk pribumi Kendal asal Bojongede sendiri. Menurut naluri sejarah warga setempat, Kyai Klenteng hanya sebuah nama sebutan belaka yang memiliki alur cerita unik dan menarik. Beliau nama aslinya H. Abdul Wahab. Nama tersebut diperoleh saat pengembaraannya menjalankan ibadah haji ke Mekah, ketika itu. Dan catatan sastra lisan nama asli kelahirannya, yaitu bernama Siman. Warga setempat lebih meyakini bahwa Mbah Kyai Klenteng dipercaya sebagai cikal bakal dan penunggulnya warga dari Desa Bojonggede.
Yang jadi pertanyaan, sejauh mana penelusuran wartawan koran ini sampai sosok pemuda desa bernama Siman ini memperoleh ilmu kanuragan tingkat tinggi di daerah Mesir wilayah Arab?. Dan bagaimana alur cerita sampai menjadi pahlawan pendiri paseban Kadipaten (sebutan Kabupaten tempo dulu) Kendal semasa di pimpin seorang Adipati Pangeran Ario Prawiradiningrat II?. Pangeran Ario, Adipati pertama yang menduduki paseban baru di Kota Kendal sebagai pusat pemerintahan masa itu. Sebelumnya, pusat pemerintahan pada jaman itu, sebelumnya di Kota Kaliwungu, wilayah Kendal, bagian timur perbatasan dengan Kota Semarang. (jurie / bersambung)
Maret 15, 2007 Ditulis oleh koran METEOR Jateng & DIY | metafisika | | No Comments Yet
Redaksi
Alamat Redaksi : Gedung Garaha Pena Lantai III Jl. Perintis Kemerdekaan No. 77 Watu Gong Semarang (Indonesia – Jawa Tengah) Telp (024) 7462266. Kami satu-satunya media dari koran kriminal terkemuka wilayah Jateng dan DIY. Anda butuh promosikan produk unggulan atau advetorial dalam bentuk profil, perusahan anda dan anda sendiri. Dengan Iklan usaha bisnis anda akan semakin maju dan berkembang.
Hubungi saya Jec (wartawan) METEOR, pengasuh rubrik situs ini dapat memberikan solusi dalam menunjang keberhasilan bisnis anda. Segera Hub via HP 0852 90 30 3000 / 08888391983 atau email: jec_kendal@yahoo.com / harian_meteor@yahoo.co.id
-
Tulisan Terakhir
Kategori
Arsip
November 2009 S S R K J S M « Jul 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Blogroll
-
Arsip
- Juli 2007 (14)
- Juni 2007 (7)
- Mei 2007 (24)
- April 2007 (10)
- Maret 2007 (3)
- Februari 2007 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS