Ibu Rumah Tangga Nggantung
KENDAL - Diduga setres memikirkan rumah tangganya yang terus-terusan susah, seorang ibu tumah tangga yang diketahui bernama Mbok Darmi (54), warga Desa Kebumen RT 04 / RW 03 Sukorejo Kendal, Minggu (8/7) dini hari kemarin, ditemukan tewas dalam posisi nggantung di ruang dapur. Korban yang sering kumat setresnya tersebut, nekat bunuh diri menjerat lehernya dengan tamabang plastic warna kuning sepanjang 3 meter.Informasi koran ini menyebutkan, korban ditemukan sekitar pukul 04.30 dini hari oleh salah seorang anak perempuan korban sendiri, Mah. Awalnya saksi mata ini mau ke belakang, namun begitu masuk ke ruang dapur melihat ada sosok yang nggantung dipintu dapur. saat didekatinya, ternyata sosok yang mencurigakan tersebut tak lain adalah ibunya sendiri. “Aduh maakkkkkk…?”teriak histeris saksi mata yang tidak lain anak korban sendiri, Mah. Sambil teriak dan menangis, saksi mata ini minta tolong pada bapaknya dan keluarga lainnya. Spontan, warga setempat geger. Warga yang lain ngurus jenazah korban, yang lainnya lapor ke Polsek Sukorejo. Oleh warga korban dievakuasi dari jeratan tambang dilehernya. Kapolsek Sukorejo AKP Urip, saat dihubungi Koran ini, mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan bersama tim medis korban meninggal murni bunuh diri.“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Diduga karena setres memikirkan hidup yang terus-terusan susah ahkirnya korban pilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri,”ujar AKP Urip, saat dihubungi METEOR, kemarin. (jec)
Tidak Naik Kelas, Wali Murid Genjoti Guru Kelas
KENDAL – Ulah aneh seorang wali murid yang tidak puas gara-gara anaknya ndogol alias tidak naik kelas, terjadi di sekolah SD Kalirandu, Cepiring Kendal, belum lama ini. Namun ketidak puasannya itu dilakukan dengan cara emosi kekasaran fisik. Itulah kelakuan aneh yang dilakukan Bub, seorang wali murid di sekolah tersebut. Korbannya, seorang guru kelas setempat bernama Mukhlisin (47). Akibat aksi teror tersebut, kini sang guru mengaku tertekan dan minta mutasi pindah ngajar.
Ceritanya, pekan kemarin, sekolah SD Kalirandu membagikan raport kenaikan kelas secara bersamaan. Dari kelas satu hingga kelas enam. Ada salah satu murid perempuan yang tidak naik kelas, yaitu Yun (9). Yun diketahui diketahui tidak naik kelas setelah ibunya yang mengambil raport dari guru kelasnya, yaitu Mukhlisin.
Mengetahui anaknya tidak lulus, ibu Yun langsung pulang dan memberitahukan pada suaminya, Bub. Nah, diduga tidak terima dengan keputusan sekolah yang tidak menaikan anaknya itu, Bub naik pitam. Dan langsung mendatangi pihak sekolah. Sampai di skeolah, begitu melihat guru kelas anaknya, pelaku langsung main hajar. Kerah baju belakang korban ditarik tangan kiri, dan tangan kanannya nggenjoti hingga korban berteriak minta ampunan.
Tidak menghiraukan ampunan korban, orang tua murid it uterus menghajarnya, hingga keributan terebut berhasil dilerai sejumlah guru setempat. Begitu puas, wali murid yang sedang dilanda emosi itu langsung meninggalkan sekolah. Dari kejadian tersebut, pihak sekolah menyayangkan tingkah pelaku. Pasalnya, pelaku selain tokoh masyarakat setempat, juga mengemban jabatansebagai preangkat desa di Desa Kalirandu.
Senin (2/7), kemarin, saat korban (Mukhlisin, red) ditemui di rumahnya, di Desa Juwiring, mengakui kejadian yang menimpa dirinya. Dan sejak adanya perlakuan aneh yang dilakukan oleh seorang wali muridnya itu, mengaku mendapat tekanan dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar. Pihaknya berharap agar Dinas P dan K Kabupaten Kendal dapat membantu kesulitan pada dirinya. Sementara, melalui Kadinas P dan K Kabupaten Kendal, saat dihubungi akan segera melakukan tim turun ke lapangan. (jec)
Pelaku Penyekap dan Pemerkosa Bocah SD Menghilang dari Kampung
KENDAL – Para pelaku dengan dugaan telah melakukan kejahatan penyekapan yang dilanjutkan pemerkosaan terhadap seorang gadis ingusan yang kini duduk di bangku sekolah SD di Weleri, sebut saja Melati (12), warga Desa Weleri Kendal, hingga kini masih jadi PR pihak jajaran kepolisian Sat Reskrim Polres Kendal. Pelaku yang berjumlah lima orang dan masih muda-muda tersebut, diketahui sudah kabur dari kampungnya.
Pelaku diketahui menghilang dari rumahnya itu saat dilakukan penggrebekan yang dilakukan Unit Resmob Polres Kendal di Desa Johorejo, Gemuh Kendal. Ya, sedikitnya ada lima nama pemuda yang diduga kuat terlibat dalam perbuatan kejatahan tak berprikemanusiaan tersebut.
Kapolres Kendal AKBP Tjahyono Prawoto, SH, MM melalui KBO Reskrim Iptu Munasir, saat dikonfirmasi koran ini terkait kejadian tersebut mengatakan, pihaknya mengakui ada kejadian tersebut. Dan para pelakunya sudah sudah dikantongi identitasnya. Namun sayang, saat dimintai identitas siapa pelakunya, Iptu Munasir mengatakan itu masih dirahasiakan karena dalam rangka penyelidikan.
Seperti diberitakan koran ini, belum lama ini wilayah kepolisian Polres Kendal digegerkan adanya penyekapan seorang bocah perempuan SD (kini baru lulusan) telah diperlakukan tidak senonoh. Setelah berhasul diculik dari pasar Weleri Kendal, lalu disekap disebuah rumah milik warga di Desa Johorejo, Gemuh Kenal. Selama penyekapan hingga empat hari tersebut korban diduga sampai diperkosa secara bergiliran. Hingga akhirnya, korban berhasil lepas dari kejahatan tersebut. Dan kasus tersebut dilaporkan ke Polres Kendal. (jec)
Bocah SD Weleri Disekap 4 Hari
KENDAL – Ini kabar yang mencengangkan. Sebut saja Ani (12), bocah yang masih duduk dibangku sekolah SD di Weleri ini, diculik oleh segerembolon pemuda yang panta dicap bajingan tengik. Korban disekap disebuah desa di Johorejo, Gemuh Kendal hingga empat hari. Sadisnya lagi, diduga korban yang masih lugu itu diperkosa bergiliran. Bedebah!
Aib ini terjadi belum lama ini diwilayah kepolisian Polre Kendal. Pelakunya diduga warga Desa Johorejo sendiri. Informasi yang ditelusuri METEOR menyebutkan, kejadian tidak manusiawi itu saat korban bermain di pasar Weleri bersama teman karibnya, belum lama ini. Saat asyik jalan-jalan itulah, tiba-tiba para pelaku dekati korban yang tubuhnya memang bongsor tersebut.
Korban dirayu mau dibelikan jajan dan dikasih uang. Asalkan mau diajak jalan-jalan. Dan karena sedikit dipaksa ahkirnya korban ketakutan dan ikut naik angkutan ke Gemuh. Dibawah ancaman korban tidak berdaya dan hanya menuruti kemauan paksaan para pelaku. Sekitar pukul 12.30 siang itu, korban mulai masuk ke sebuah rumah kosong milik warga Johorejo.
Saat itulah, kondisi korban mulai diperdayai. Hanya dikasih makan seadanya. Selama empat hari korban diduga jadi bulan-bulanan nafsu bejat para pelaku. Hingga akhirnya, kesempatan untuk meloloskan diri didapatkan korban. Bahkan, ada isu yang mengagetkan telinga, korban sempat mau dibawa ke komplek Gambilangu, Kaliwungu Kendal yang dikenal GBL.
Entah bagaimana nasib dan perjuangan korban sampai ke rumah, hingga akhirnya kasus tersebut diketahui pihak keluarga korban. Dan apa yang menimpa bocah berusia 12 tahun dan kini baru saja lulus dari kelas VI SD di Weleri tersebut, melaporkan kejadian itu didampingi keluargnya ke Polres Kendal.
Dari hasil laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan pengembangan. Alhasil, ada dugaan pelakunya asal warga Desa Johorejo, Gemuh Kendal. Dan siapa identitas pelakunya, nama-namanya kini sudah dikantongi pihak petugas. (jec)
Cah SMA PGRI Dibunuh
KENDAL – Diduga gara-gara jadi korban karena dicemburui gaet pacar orang lain, seorang siswa PGRI Kendal, Cahyo Widodo (16) warga Desa Lebosari RT 02/II, Kangkung Kendal, berakibat sial. Ternyata korban yang ditemukan tidak berdaya di tengah jalan, pada tewas ditengah jalan, 26 Mei bulan lalu itu, diduga kuat akibat penganiayaan sadis. Korban dianiaya yang akhirnya tewas saat menuju perjalanan dalam rumah sakit Tugurejo Semarang. Siapa pelakunya?
Dari hasil penyelidikan dan pengembangan unit Resmob Polres Kendal, akhirnya kasus tersebut berhasil diungkap. Adalah Budiono (19), warga Desa Ketomulyo, Brangsong Kendal. Tersangka merasa tidak iklas karena mantan pacarnya yang bernama Asih, sering jalan bareng dengan korban. Tidak kuat menahan perasaan cemburunya itu, tersangka akhirnya ngajak temannya Hamdani (20), warga Desa Sidorejo, Brangsong Kendal, untuk melampiaskan rasa kemarahan isi hatinya itu.
Aksi buta itu dilakukan sekitar pukul 19.00 pada 26 mei bulan lalu. Ketika itu tersangka ketemu korban di Alun-alun Kendal karena ada hiburan musik disana. Begitu melihat sasarannya pulang, tersangka mengikuti dair belakangnya. Persisnya di Jl. Raya wilayah ikut Desa Dempelrejo, Ngampel Kendal, tersangka mancal kendaraan Shougun milik korban. Korbanpun terjatuh.
“Setelah itu kami hajar ditengah jalan. Dan setelah dia (korban, red) tidak berdaya kami pergi meninggalkan,”aku tersangka Budi, saat menjalani pemeriksaan petugas di Polres Kendal, kemarin. Awalnya ditangani petugas Unit Lakalantas Polres Kendal. Namun karena berdasarkan keterangan dari hasil medis rumah sakit Tugurejo ada kejanggalan, akhirnya petugas melakukan pengembangan.
Setelah baru penyelidikan lengkap dan keterangan saksi cukup, akhirnya kejadian tersebut dicari siapa pelakunya. Alibi kehidupan korbanpun jadi catatan pihak kepolisian. Setelah persis genap satu bulan, polisi menemukan titik terang. Ada sejumlah orang yang dicurigainya. Dan setelah dilakukan pandalaman, ada salah seorang nama yang paling dicurigainya. Dia adalah Hamdani. Lalu terarah ke nama Budiono. Dari sinilah, akhirnya kejadian pada diri korban yang awalnya kasus kecelakaan, terungkap. Dia dibunuh oleh orang yang mengaku cemburu karena mantan pacarnya dipacari.
“Saya cemburu karena sekalipun dia sudah mantan pacar, tapi perasaanku ini tidak iklas kalau saya melihat ada yang memacarinya. Tapi saya nyesel,”tutur Budiono, dengan suara penyesalannya itu dihadapan petugas di Polres Kendal, kemarin. Hingga berita ini diturunkan, dua tersangka masih dalam pemeriksaan intensif kepolisian Polres Kendal. Tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksilam 15 tahun penjara. (jec)
Maling Motor Tejorejo Dirangket
KENDAL – Satu dari tiga kawanan pelaku maling motor yang beraksi di Desa Tejorejo, Ngampel Kendal, akhirnya berhasil ditangkap anggot Unit Resmob Polres Kendal, Jumat (22/6) kemarin. Dia adalah Kudori (20), warga Kampung Krajan, Desa Tejorejo, Ngampel Kendal sendiri. Tersangka ditangkap bersama barang bukti curiannya, yaitu Yamaha Yupiter MX nopol H 4026 FM milik Surani (50), warga Desa Ringinarum Kendal.
Sedang dua kelompok tersangka, yaitu Jun (21), dan Muh (23), warga Tejorejo sendiri, masih buron dan dalam pengejaran pihak petugas. Tersangkaa Kudori ditangkp dikampungnya tanpa ada perlawanan berarti. Dan kendraan motor hasil curiannya itu diamankan di wilayah Gringsing Batang dari tangan seseorang.
Kejadiannya, Sabtu pekan lalu sekitar pukul 21.30 malam. Saat itu korban (Surani, red) warg Desa Ringinarum datang ke rumah Suyatin (46), warga Desa Tejorejo. Hanya sekitar 30 menit korban berada di dalam rumah. Namun saat hendak pulang, ternyat motor Yamaha Yupiter warna biru tersebut sudah hilang. Akibat kejadian itu, korban lapor ke Polres Kendal.
Kapolres Kendal AKBP Tjahyono Prawoto, SH, MM melalui Kasat Reskrim AKP Ronald A. Purba, kepada koran ini mengatakan, dua pelaku yang sudah diketahui identitasnya tersebut masih dalam pengejaran. Diharapkan, sebelum pihaknya melaakukan tindakan tegas dilapangan, para pelaku diminta menyerahkan diri saja. (jec)
Anggota DPRD Kendal Selingkuh
KENDAL – Anggota parlemen Kendal digegerkan adanya isu perselingkuhan salah seorang anggotanya, berinisial MY. Uniknya, yang membongkar sekandal perselingkuhan anggota Dewan dari Fraksi PKB tersebut adalah istrinya sendiri, Ny. Zum. Perempuan berparas manis ini terpaksa mengadu ke dewan dan ke DPC PKB Kendal karena sudah tidak tahan lagi menderita tekanan lahir dan batin karena perbuatan suaminya itu. Pimen ki Mbah Gusdur?Berdasarkan informasi yang dihimpun METEOR, menyebutkan, belum lama ini, Zum melaporkan perbuatannya itu ke Ketua DPC PKB Kendal, dan ke pimpinan DPRD Kendal. Dalam laporannya itu, Zum mencurahkan perasaannya karena sudah dua tahun tidak lagi dijatah nafkah, apalagi kebutuhan batin. Ditelusuri, ternyata suami Zum berinisial MY tersebut diduga memilik selingkuhan lintas kota seorang perempuan lebih aduhai dan muda berinisial Nur, warga Desa ‘M’ Gringsing, Kabupaten Kendal Batang.
Dalam curhat tertulisnya itu, Ny. Zum minta agar suaminya itu ditindak tegas sesuai aturan yang ada, baik AD/ART Partai PKB, maupun sebagai anggota dewan yang memiliki kekuatan moral tinggi sebagai wakil rakyat. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, anggota dewan Fraksi PKB bernama MY tersebut belum bisa dimintai dikonfirmasi koran ini.
Ketua DPC PKB Kendal, H. Abdullah, saat dihubungi berulang kali melalui ponslenya, ada nada aktif tapi tidak diangkat. Sementara, ketua DPRD Kendal, Drs. H. Akhmat Suyuti, saat dihubungi koran ini, kemarin, mengatakan, pihaknya mengakui sudah terima surat ‘curhat’ Ny. Zum kepada dewan. Intinya, suaminya MY, red) yang masih aktif menjadi anggota DPRD periode 2004-2009 tersebut, telah melakukan perbuatan yang tidak layak, memiliki wanita idaman lain (WIL) dan hingga dua tahun tidak pernah menafkahi, baik lahir terlebih batin.
“Kami sudah dapat surat (curhat Ny. Zum terkait pelanggaran rumah tangga suaminya itu, red). Dan setelah kami pelajari, nanti akan dibicarakan bersama fraksi (PKB, red) yang terkait dengan pokok permasalahan hal aduan istri MY itu,”tukas Drs. H. Akhmat Suyuti, saat dihubungi lewat ponselnya, kemarin. (jec)
Maem Roti Kadaluarso, 9 Bocah SD Keracunan
BATANG – Sedikitnya 9 bocah Sekolah SD Warungasem 13 Kabupaten Batang, diduga keracunan roti kadaluarsa, Selasa (5/6) kemarin. Kejadian menggempar tersebut sesaat setelah para korban jajan beli minuman es dan roti keliling yang mangkal disekitar sekolah. Akibatnya, para korban muntah-muntah dan terpakas dilarikan ke rumsah sakit Kalisari Batang.
Kesembilan korban kebanyakan anak kelas 4, 5 , dan 6. Mereka adalah Sherin (11), Armunanto (11), Eni Wijayanto (10), Andre (11), M. Efendi (12), Kiki (12), Vicki (11), Wingki (12), dan Sherly Gita (12). Kejadian bermula sekitar pukul jam istirahat pertama, sekitar pukul 10.15 siang. Para korban langsung serbu penjual es dan roi keliling. Selang beberapa menit, perut mereka mual dan muntah-muntah. Melihat kejadian aneh tersebut, para guru khawatir dna membawanya ke puskesmas terdekat. Namun karena kondisinya menghawatirkan, akhirnya para korban dilarikan ke rumsah sakit Kalisari Batang untuk mendapat perawatan intensif.
Sementara, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Polres Batang telah melakukan pemeriksaan para saksi, termasuk penjual es dan roti yang ada didekat sekolah SD 13 Warungasem Batang tersebut, berinisial Met (28), warga setempat. (jec)
4 Tokonya Habis, Bakol Sembako Dilarikan ke Elisabeth
KENDAL – Kebakaran yang meluluntuhlantakan pasar Boja Kendal, Kamis (31/5) dini hari, meningalkan rasa duka yang dalam. Sejumlah 1200 pedagang yang mengadu nasibnya di pasar terbesar di Kendal setelah Weleri tersebut terpaksa berakhir tangisan chino. Salah satunya Ny. Riyem (45), wara Bada’an, Bebengan Kecamatan Boja, Kendal. Menyaksikan 4 toko dan satu took gudangnya habis akibat kebakaran tesebut, bakol sembako serba ada di pasar Boja tersebut mengalami depresi berat. Oleh pihak keluargaya, ia terpaksa dilarikan di ke rumah sakit Elizabet Semarang untuk mendapat perawatan.
Sejumlah pedagang pasar Boja yang juga berdomisili satu kampong dengan Ny. Riyem, kepada koran ini mengatakan, kondisi juragan sembako terkenal di pasar Boja tersebut cukup memprihatinkan.”Malah pembicaraannya sepertinya ngawur. Mungkin saking tidak kuatnya menyaksikan musibah itu, akhirnya dia shok dan setres,”ujar salah seorang pedagang pasar Boja yang selamat, kepada koran ini, kemarin sore.
Kondisi korban, juga diakui oleh salah seorang anggota keluarganya yang juga jualan di pasar Boja. Namun sayang, keluarga korban yang saat itu sibuk dandan di toko sebelah barat jalan pasar yang kebakaran tersebut, enggan menyebutkan namanya.”Ibu dibawa ke Elisabet sekitar pukul satu siang kemarin (Kamis. 31/5)). Dan hingga sekarang masih dirawat dan saya sendiri belum mendapat kabarnya,”kata kerabat Ny. Riyem, yang saat ditemui koran ini wajahnya masih terlihat lemes.
Seperti diberitakan Koran ini, Kamis (31/5) pagi dini hari lalu, diduga akibat hubungan arus pendek disekitar toko pakaian milik alm. Parjo, belakang kantor Cabang Pembantu Bank Jateng, pasar tradisional Boja Kendal ludes rata tanah diamuk sijago merah. Menurut sejumlah saksi mata, api mulai berkobar hebat sekitar sekitar 23.45 tengah malam. Dan api baru dapat dipadamkan setelah empat mobil unit pemadam kebakaran dari Kendal dan Kota Semarang dikerahkan ke lokasi kejadian, hingga lewat waktu Subuh.
Sedikitnya 1200 pedagang kehilangan lahan dagangannya. 87 bangunan, 22 buah los (setiap losnya terisi sekitar 40 pedgang), tidak ada yang tersisa. Beruntung, warga setempat bersama aparat kepolisian Polres Kendal siaga langsung yang dipimpin Kapolres Kendal sendiri, AKBP Tjahyono Prawoto, SH, MM, beserta Kasat Reskrim AKP Ronald A. Purba, Dandim 0715 Kendal. Pejabat Pemkab Kendal, seperti Wabup Dra. Hj. Siti Nurmarkesih bersama sejumlah pejabat penting lainnya juga turut menyaksikan kejadian api membara di pasar Boja yang menalan angka kerugian mencapai Rp 10 milyar tersebut. (jec)
-
Arsip
- Juli 2007 (14)
- Juni 2007 (7)
- Mei 2007 (24)
- April 2007 (10)
- Maret 2007 (3)
- Februari 2007 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS