METEOR

Koran Terkemuka Kriminalitas Jateng & DIY

PD. Aneka Usaha Diduga Selewengkan Rp 1, 2 M

KENDAL – Aliran dana di tubuh sebuah Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha Pemkab Kendal, untuk pengadaan mesin penggilingan padi (rice milling plant) dan pembelian gabah kering sebesar Rp 1, 2 milyar dari pos anggaranAPBD 2005 ada dugaan penyelewengan. Indikasi penyelewengan tersebut terbukti pada pengadaan mesin penggilingan padi tersebut hingga kini belum terealisasi dilapangan.
Sejumlah sumber yang dihimpun METEOR menyebutkan, pengadaan penggilingan padi oleh PD Aneka Usaha itu, rencananya ditempatkan diwilayah Desa Jenarsari, Gemuh Kendal. Dan saat koran ini melakukan penelusuran ke gedung yang diindikasikan untuk rencana penempatan mesin penggilingan tersebut, ternyata didalamnya masih kosong.
Salah seorang sumber dari PD Aneka USaha sendiri, menyebutkan, anggaran pengadaan penggilingan mesin senilai Rp 1, 2 milyar terbagi dua pos. Yakni, Rp 800 juta untuk pengadaan mesin dan Rp 400 juta untuk prasarana pembelian gabah kering.”Anggaran itu ada. Tapi maaf, saya tidak berani komentar terang-terangan,”ungkap salah seorang sumber dari dalam PD Aneka Usaha tersebut saat ditemui Koran ini, beberapa waktu lalu.
Sementara, Direktur PD Aneka Usaha Cendri Ginanta, saat dihubungi koran ini melalui ponselnya, menyatakan, pihaknya kurang tahu dengan pasti atas pengadaan anggaran sebesar Rp 1, 2 milyar didalam perusahaannya tersebut.”Saat itu, saat itu saya menjadi Direktur setelah anggaran itu sudah lewat. Sehingga, tidak tahu dengan pasti,”ujar Cendri, saat dihubungi METEOR beberapa waktu lalu. (jec)

Mei 29, 2007 Ditulis oleh koran METEOR Jateng & DIY | HALAMAN JATENG | | Belum Ada Tanggapan

Toko Emas Weleri Dirampok

KENDAL – Sabtu (26/5) kemarin, komplek pasar Weleri Kendal, dibuat geger. Komplotan garong beraksi disebuah toko emas ‘Laris’. Satu tertangkap dan dua lainnya berhasil kabur dengan membawa hasil kejahatannya berupa gelang emas seberat 15 gr. Dari hasil pemeriksaan kepolisian, pelaku diduga komplotan ‘Jombang’ Jatim.
Pelaku yang ditangkap petugas itu adalah Suwarno (53), warga Dukuh Godang RT 01 / RW 02 Balongsari, Mageluh, Jombang Jatim. Sedan dua temannya yang melarikan diri, Joko dan Jayadi, keduanya termasuk deretan preman terminal Joyoboyo Surabaya. Pelaku beraksi di toko emas Laris milik Ny. Hera (53), warga Jl, Soekarno – Hatta, ikut wilayah Desa Karangdowo, Weleri Kendal, sekitar pukul 09.00 kemarin.
Informasi yang dihimpun METEOR dilokasi kejadian menyebutkan, tiga pelaku awalnya melihat-lihat emas yang ada counter kaca. Satu njongkel kaca sedang dua lainnya beraksi sok mau beli.
Adalah tersangka Suwarno. Dia yang menjongkel kaca counter dengan sebuah besi lancip menyerupai drei buatan sendiri. Setelah kaca terbuka, pelaku bernama Joko yang mengambil emasnya. Namun apes, baru saja berhasil mengambil satu buah gelang seberat 15 gr model ‘Holo’, salah seorang mata karyawan setempat, Eni (29), mencurigai ketiganya. Saat ditanyakan, ketiganya malah mau kabur. Spontan, para karyawan berteriak maling.
Tanpa pikir panjang pelaku langsung melarikan diri. Beruntung saat bersamaan keributan tersebut diketahui sejumlah petugas Reskrim Polsek Weleri yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Petugas bergerak cepat. Satu diantaranya tertangkap, yaitu Suwarno yang sempat nyaris dimassa. Sedang dua pelaku lainnya, Joko dan Jayadi berhasil melarikan diri entah kemana.
Saat diperiksa diruang Reskrim Mapolsek Weleri, tersangka kepada koran ini mengatakan, dirinya bersama tiga rekannya sudah punya sasarannya, yaitu toko emas wilayah Weleri Kendal.”Saya yang bertugas menjongkel kaca, Joko mengambil barang dan Jayadi tugasnya mengawasi sekitarnya. Tapi kami salah perhitungan. Kepergok dan saya yang tertangkap,”aku tersangka Suwarno, kepada Koran ini, di Mapolsek Weleri, kemarin.
Kapolres Kendal AKBP Tjahyono Prawoto, SH, MM melalui Kapolsek Weleri AKP Suratman, SH, kepada Koran ini mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan, kelompok tersebut dari wilayah Jombang Jatim.” Dan ini menambah catatan penting bagi kita, bahwa banyak ditemukan catatan tindak kejahatan yang ternyata pelakunya asal daerah Jombang dan Surabaya yang sudah beraksi di wilayah Polres Kendal. Walaupun pelakunya sudah diungkap, tapi kini kembali muncul lagi. Inilah yang harus diwaspadai lebih lanjut,”ungkap AKP Suratman, SH, kepada METEOR, kemarin.
Hingga berita ini diturunkan, tersangka Suwarno masih dalam pemeriksaan intensif petugas Polsek Weleri. Reskrim Polsek Weleri bekerja sama dengan Resmob Polres Kendal sudah melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang telah melarikan diri tersebut. (jec)

Mei 28, 2007 Ditulis oleh koran METEOR Jateng & DIY | Headline | | Belum Ada Tanggapan

Gadis 18 Tahun Ditemukan Tewas Misterius

PEKALONGAN – Seorang gadis asal Desa Harjosari, Doro
Kabupaten Pekalongan, Turijah (18), ditemukan tewas
misterius di sekitar sungai Obyek Wisata Slamaran,
Kota Pekalongan, Jumat (25/5) pagi kemarin. Belum
diketahui pasti penyebab kematian korban. Namun dugaan
sementara, korban terpleset saat main-main dibibir
sungai yang konon dikenal angker tersebut.
Korban ditemukan ngambang di lokasi kejadian sekitar
pukul 06.00 pagi oleh seorang warga sekitar. Korban
ditemukan ditemukan dalam posisi mengapung dan
terlentang. Oleh warga, kejadian tersebut dilaporkan
ke Polresta Pekalongan. Dibantu warga, petugas
mengevakuasi korban ke rumah sakit RSUD Kraton
Pekalongan untuk kepentingan visum.
Pihak keluarga korban, Santoso yang saat itu bersama
Plt Kades Harjosari, Toha Mansyur, kepada wartawan
mengatakan, korban selama ini diakui bekerja jadi
pembantu rumah tangga (PRT) di perumahan
Slamaran.”Kami sendiri bingung bagaimana semua ini
harus terjadi. Ini aneh. Dna kami minta pihak
kepolisian agar mengusut kejadian tersebut,”pinta
pihak keluarga korban, kepada wartawan, di rumah sakit
RSUD Pekalongan, kemarin.
Sementara, Kasat Reskrim Poresta Pekalongan AKP
Tukiran mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara
ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda
penganiayaan. Namun demikian, pihaknya akan berupaya
melakukan pengusutan atas kejadian tersebut lebih
lanjut. (jec)

Mei 26, 2007 Ditulis oleh koran METEOR Jateng & DIY | Headline | | Belum Ada Tanggapan

2 Bocah Jebolan SMP Ditangkap

KENDAL – Aparat Unit Reskrim Polsek Boja belum lama ini berhasil meringkus dua tersangka pembobol kios di komplek pasar Boja Kendal. Kedua tersangka adalah Kar (15), warga Kampung Gentan Lor RT 04 / RW 03, Boja dan Rud (17), warga Kampung Rowosari RT 06 / RW 05 Meteseh Boja Kendal. Para tersangka ditangkap karena diduga terlibat melakukan pencurian 4 slop rokok di kios milik Jasmin (40),warga Desa Bebengan Boja Kendal.
Informasi koran ini di kepolisian menyebutkan, kejadian pencurian di komplek kios pasar Boja tersebut terjadi pada 7 Februari 2007 lalu. Sejak awal kejadian, korban (Jasmin, red) telah melaporkan ke Polsek Boja. Namun karena belum ada petunjuk, penyelidikan dan pengembangan terus dilakukan. Dan pada akhirnya, Unit Reskrim Polsek Boja yang dipimpin Aiptu Hartoyo, akhirnya berhasil mengungkap berkat keterangan sejumlah saksi kunci.
Para tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing selepas waktu Maghrib, belum lama ini. Dari hasil keterangan tersangka, keduanya merupakan jebolan sekolah tingkat SMP di Boja. Keduanya terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah karena terbentur dengan biaya. Kar keluar kelas III, sedang Rud di kelas II sudah keluar dari kelasnya.
“Kami masuk pasar sekitar pukul delapan malam. Cara kami mencuri dengan cara mencongkel atap kios dengan obeng dan drei. Karena yang kami cari yaitu uang tidak ada, akhirnya ya 4 slop rokok kami bawa saja,”aku tersangka Rudi, kepada METEOR, kemarin.
Empat slop rokok yang dicuri tersangka adalah Mild 1 slop, Djarum Black 2 slop, dan Djarum Mizzo 1 slop. Dari hasil pemeriksaan petugas, dua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (jec)

Mei 25, 2007 Ditulis oleh koran METEOR Jateng & DIY | Headline | | Belum Ada Tanggapan

Pendanaan Sepak Bola Jateng, Judi Togel Akan Dibuka Lagi

KENDAL – Isu akan dibuka kembali judi jenis togel yang berkantor pusat di wilayah Semarang, telah beredar hangat di wilayah Kendal. Konon, isu judi kupon putih itu muncul dengan dalih untuk pendanaan persepak bolaan di Jateng karena pos anggaran APBD mulai tahun 2008 untuk urusan sepak bola sudah tidak ada kucuran lagi.
Judi togel tersebut rencananya akan dibuka secara resmi seperti pada jaman kupon Porkas era tahun 1980-an silam.
Uniknya, pihak bandar sekarang dikabarkan sudah melakukan terima pendaftaran untuk menjadi agen, pool dan pengecer resmi ditiap-tiap daerah. Semua penjual kupon tersebut, akan terdaftar di pihak pengelola. Nantinya, setiap agen maupun pool dan pengecer akan dibekali surat ersmi sebagai pembantu bandar resmi togel yang konon akan dikelola oleh pengelola togel jenis KL.
“Soal kapan bukanya, saya tidak tahu persis. Tapi teman-temanku sudah banyak yang mendaftar jadi agen atau pool ke Semarang lewat seseorang. Menurutku ini ide bagus. Karena dengan dibukanya togel resmi dan visinya untuk mendorong kemajuaan sepak bola di Jateng, mengapa harus ditolak. Dan saya yakin seratus persen, togel dibuka gairah bisa terbangun tanpa harus membebani dari anggaran APBD,”ungkap salah seorang sumber kepada METEOR, kemarin. (jec)

Mei 25, 2007 Ditulis oleh koran METEOR Jateng & DIY | Headline | | Belum Ada Tanggapan

Arwahnya Pemerkosa Nggantung Gentayangan di Tahanan

KENDAL – Masih ingat kejadian salah tersangka
pemerkosa bocah SD yang ditemukan tewas nggantung
dengan cara menjerat lehernya pakai kolornya di
Mapolsek Weleri beberapa waktu yang lalu? Belakangan,
tersangka yang nggantung bernama Sudjhiono (40), warga
Desa Penyangkringan RT 05 / RW 01 Weleri Kendal
tersebut diduga arwahnya masih gentayangan di ruangan
tahanan polsek setempat. Hiiiii……. Ngeri deh!
Sejumlah anggota kepolisian setempat saat ditemui
koran ini, kemarin, mengakui adanya kejadian yang
nganeh-nganehi di dalam ruang tahanan tersebut. Dan
diceritakan oleh salah seorang petugas yang minta
identitasnya jangan disebutkan tersebut, sejak
kematian tersangka Sudjihono, ruang tahanan sering
terjadi yang aneh-aneh. Bahkan, tidak sedikit anggota
kepolisian setempat yang tahu soal hawa aneh di
sekitar ruang tahahan.
“Wah, saya sendiri sempat merinding dan takut sendiri.
Baru saja sholat Isya malam hari di mushola sini
(sambil menunjukan ruang tempat sholat yang persis
didepan pintu kantor Kapolsek Weleri,red) ada suara
manusia aneh dan sepertinya ngamuk di dalam. Saat tak
amati, saat itu ruang tahanan kosong. Dipikir,
kemungkinan besar itu arwah tersangka yang tewas
nggantung belum sempurna saja. Jadinya gentayangan
seperti itu. Pokoknya ngeri tenan,”ungkap salah
seorang petugas Polsek Weleri yang enggan disebutkan
namanya, kepada koran ini, kemarin.
Sebagaimana diberitakan koran ini, tersangka Sujihono
(40) tersebut ditangkap jajaran Reskrim Polsek Weleri
setelah jadi buronan kepolisian. Dia ditangkap karena
diduga kuat terlibat kasus pemerkosaan terhadap
tetangganya yang masih bersetatus siswi SD sekitar
tahun 2004 lalu. Setelah dua hari mendekam disel
tahanan, Kamis (3/5) dini hari diketahui sudah tewas
nggantung dengan kolor yang diambilkan dari celana
pendek miliknya. Tersangka ketauhan nggantung sekitar
pukul 05.00 pagi oleh petugas yang saat itu jaga,
yaitu Ka. SPK Bripka Imam Muhadi bersama lima
anggotanya.
Sejak kematian tersangka, hawa aneh sering terjadi di
sekitar ruang tahanan Polsek Weleri. Seperti saat
wartawan koran ini memasuki ruangan tahanan tersebut,
aura negatifnya yang sangat terasa. Sayangnya, hingga
berita ini diturunkan, Kapolsek Weleri AKP Suratman,
SH belum bisa dimintai tanggapannya. (jec)

Mei 23, 2007 Ditulis oleh koran METEOR Jateng & DIY | Headline | | Belum Ada Tanggapan

Mirit Kertu, 4 Warga Weleri Digaruk Polisi

KENDAL – Empat warga dari Kampung Pakis Desa Sidomukti, Weleri Kendal, terpaksa berurusan dengan apara kepolisian Polsek Weleri. Dini hari kemarin, empat warga yang diketahui bernama Abdul Rohman (38), Mulyadi (36), Sukijo (42), dan Juwahir (35), itu ditangkap karena kepergok sedang mirit kertu alias main judi jenis kertu Ceki di sebuah rumah kosong di kampong itu. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti uang tunai Rp 74 ribu dan 2 pasang kartu Ceki.
Berdasarkan informasi yang dihimpun METEOR menyebutkan, rumah kosong di Kampung Pakis Desa Sidomukti Weleri tersebut ditengarai sebagai ajang perjudian oleh warga setempat dan pendatang. Baik laporan tertulis dari sejumlah warga masyarakat setempat juga ada warga yang terang-terangan memberikan laporan ‘rahasia’nya itu ke Polsek Weleri karena dianggap meresahkan.
Setelah melakukan penyelidikan, petugas Polsek Weleri dipimpin Kapolsek AKP Suratman, SH bersama Kanit Resintel Bripka Sutikno dan sejumlah anggotanya, langsung melakukan penggrebekan. Hasilnya, sejumlah warga lainnya lari tunggang langgang, sedang empat pelaku judi yang masih berada ditempat lokasi perjudian langsung diamanakan.
Berikut barang bukti yang disita, yaitu uang tunai Rp 64 ribu dan dua pasang kartu Ceki, empat tersangka judi langsung digelandang ke Mapolsek Weleri untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kapolres Kendal AKBP Tjahyono Prawoto, SH, MM melalui Kapolsek Weleri AKP Suratman, SH, kepada Koran ini mengatakan, pihaknya melakukan penangakapan perjudian tersebut berkat laporan dari masyarakat. Lebih lanjut dikatakan Suratman, tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.
“Begitu kami dapat laporan adanya praktek perjudian, kami langsung melakukan penyelidikan. Cek ke lokai yang dilaporkan. Setelah diketahui meyakinkan, akhirnya kami sergap mereka. Dari penggrebekan tesebut, ada empat pelaku yang amankan dan kini mereka masih kami periksa,”ungkap AKP Suratman, SH, kepada METEOR, kemarin. (jec)

Mei 22, 2007 Ditulis oleh koran METEOR Jateng & DIY | Headline | | Belum Ada Tanggapan

Siswi SMPN Kaliwungu Diperkosa

KENDAL – Diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang
gadis bersetatus masih sekolah di sebuah SMPN di
Kaliwungu Kendal, Zamroni (24), warga Desa Kertomulyo,
Brangsong Kendal, ditangkap jajaran Reskrim Polres
Kendal, belum lama ini. Pelaku ditangkap setelah
menerima aduan dari pihak keluarga korban yang
berinisial Nur (13), warga Desa Sumberejo, Kaliwungu
Kendal.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan,
kejadiannya sekitar akhir April 2007 lalu. Sepulang
sekolah sekkitar pukul 14.00 sore, korban saat itu
jalan-jalan ke pasar Sore Kaliwungu Kendal. Disana
korban bertemu tersangka. Singkat cerita, korban mau
diajak kenalan. Setelah lama ngobrol, akhrnya
tersangka ngajak korban main ke rumahnya. Dan saat itu
kebetulan rumah tersangka situasinya sepi.
Diduga kuat, tersangka tergiur dan terangsang begitu
saat memandangi tubuh korban yang mulus tersebut.
Melihat situasi sepi, dan otak ngeres tersangka sudah
tidak mampu lagi mbendung nafsunya yang begitu
dahsyatnya, tersangka ngkerayu korban agar mau diajak
kencan. Tapi korban menolak. Dengan berbagai upaya dan
daya kekuatannya, tersangka terus memaksa agar korban
melayaninya.
Dan entah apa yang terjadi sesungguhnya, diduga korban
juga tidak mampu berontak, akhirnya kesucian korban
terenggut dengan sia-sia. Setelah kejadian itu,
kondisi korban membuat keluarganya curiga. Sering
beriam diri dan susah makan. Termasuk ogah masuk
sekolah. Setelah didekati orang tuanya, korban mengaku
terus terang telah diperkosa oleh seorang pemuda yang
baru dikenalnya, yaitu Zamroni.
Mendengar pengakuan anaknya yang kini masih duduk
dibangku sekolah SMN kelas III tersebut, orang tua
korban spontan marah besar. Tanpa menunggu waktu,
pihaknya langsung melaporkan kejadian yang menima anak
gadisnya tersebut ke Polres Kendal. Setelah dilakukan
pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi,
akhirnya tersangka ditangkap di rumahnya.
Hingga berita ini diturunkan, tersangka masih
menjalani tahanan di kepolisian Polres Kendal. Dan
sayangnya, pihak tersangka belum bisa dimintai
keterangannya atas tuduhan kasus pemerkosaan tersebut.
(jec)

Mei 22, 2007 Ditulis oleh koran METEOR Jateng & DIY | Headline | | Belum Ada Tanggapan

Nipu di Pasar, Wanita Asal Jepara Ditangkap Massa

KENDAL – Diduga melakukan aksi penipuan di wilayah
Polsek Kaliwungu Kendal, seseorang perempuan asal
warga Desa Tunggul Pandean, Mayong Jepara bernama
Mardiana (49), ditangkap massa di depan pasar Pagi
Kaliwungu Kendal, Jumat (18/5). Pelaku ditangkap di
komplek pasar Pagi Kaliwungu Kendal sesaat setelah
melakukan aksi penipuan dengan modus menjualkan emas
palsu tapi minta jaminan emas asli milik korbannya.
Adalah Zumro’ah (20), warga Kampung Pangangayom, Desa
Wonorejo Kaliwungu Kendal, korbannya. Ceritanya, pada
Jumat (18/5) sekitar pukul 11.00 siang, pelaku
menghubungi teman, yaitu War (45), warga Desa Kampung
Pandean, Krajan Kulon, Kaliwungu Kendal yang saat itu
berada di rumahnya. Kepada War, pelaku ngaku baru saja
menemukan emas jenis kalung seberat 4, 5 gr. Tapi
bingung menjualnya. Entah karena diduga temannya tidak
memiliki barang berharga, akhirnya pelaku mencari
sasaran lainnya.
Saat itulah, secara kebetulan ada seseorang perempuan
yang lewat depan mata pelaku. Dia tidak lain korban,
Zumro’ah. Korban didekati pelaku untuk menjualkan emas
jenis kalung seberat 4, 5 gr. Awalnya korban menolak,
tapi setelah dijanjikan mau dikasih bonus Rp 200 ribu,
akhirnya korban manut.
“Orang itu saya suruh menjualkan emas saya. Awalnya
tidak mau, tapi setelah saya kasih tawaran komisi Rp
200 ribu, orang itu jadi mau. Tapi saat itu saya juga
menawarkan perjanjian, emas kalung milik orang itu
saya pinjam sebagai barang jaminan. Dan orang itu
sepakat,”aku pelaku terhadap petugas Polsek Kaliwungu,
kemarin.
Namun apa yang terjadi? ternyata emas tersebut
dinyatakan emas palsu oleh pemilik tokonya. Mengetahui
itu emas palsu, korban berniat kembali ke tempat
seseorang yang menyuruh tadi. Tapi orang yang dituju
sudah tidak berada ditempat lagi. Tahu dirinya kena
tipu, korban mencari pelakunya. Dan beruntung, saat
pelaku hendak naik minibus angkutan ke Semarang,
diketahui korban dan warga lainnya. Akhirnya, pelaku
ditangkap massa namun tidak sempat dihakimi karena ada
petugas yang cepat bergerak.
Oleh warga, korban diserahkan ke Polsek Kaliwungu
untuk ditangani lebih lanjut. Setelah diperiksa, Sabtu
(19/5) kemarin, pelaku langsung dikirim ke lapas
Kendal. (jec)

Mei 22, 2007 Ditulis oleh koran METEOR Jateng & DIY | Headline | | Belum Ada Tanggapan