Dua Kapolsek ‘Nakal’ Disidang
Lapan Enem Kasus 303, dan Pimpin Salah Tangkap Warga
KENDAL – Diduga terlibat kasus pelanggaran kedisiplinan, dua Kapolsek diwilayah kepolisian Polres Kendal, dicopot dari jabatannya. Keduanya adalah Kapolsek Sukorejo AKP UR. Budiono dan Kapolsek Gemuh AKP Sumaryono. Kapolsek AKP UR. Budiono teribat salah tangkap warga, sedang AKP Sumaryono, lapan enem alias menyelesaikan perkara dibawah tangan dalam kasus 303 (pasal perjudian). Kini, kedua perwira tersebut masih dalam proses pemutasian kembali ke Polres Kendal.
Selain Kapolsek, empat anggota Reskrim juga diganjar kedisiplinan. Ganjarannya, mulai kemarin menguni hotel ‘Provos’ selama 7 hari. Mereka terdiri dari tiga anggota Resintel dari Polsek Gemuh, dan satu dari Polsek Sukorejo. Kasus tersebut terungkap dalam sidang kode etik kedisiplinan Olri di Polres Kendal, akhir pekan kemarin, di lantai dua Mapolres Kendal. Dengan pimpinan sidang Wakapolres Kendal Kompol Jhony Afrizal, SY, S.Ik.
Keterangan METEOR dari pihak kepolisian, kasus yang terjadi di Polsek Gemuh, telah terjadi penangkapan kasus perjudian sejumlah di Desa Mojo, Ringinarum. Namun berkasnya tidak diselesaikan, malah para pelakunya dilapan enem Rp 6,5 juta. Dan kasus tersebut akhirnya meledak hingga diketahui Kapolres Kendal. sementara, yang terjadi di Polsek Sukorejo, Kapolsek setempat memimpin penangkapan tiga warga asal Dea Kalobogor yang saat itu diduga pencuri kabel telkom. Namun saat penangkapan, tiga warga yang saat itu tidak memiliki identitas, oleh anggota sedikit diberi interogasi secara militer.
Kapolsek Gamuh AKP Sumaryono, saat dikonfirmasi koran ini, membenarkan keputusan sidang kode etik kedisiplinan Polri. Perwira berparas kalem tersebut menerima hasil keputusan hakim sidang.”Apapun keputusan pimpinan, saya siap melaksanakannya. Inilah tantangan dan memang sudah resiko seorang pimpinan. Anggota berbuat salah, tetap pimpinan yang bertanggungjawab,”ujar AKP Sumaryono, saat dihubungi koran ini, kemarin. (jec)
Beredar Kabar Bupati Hendy Mencoba Bunuh Diri
KENDAL – Bupati Kendal H. Hendy Boedoro, SH, M.Si, akhir-akhir ini dikabarkan hendak bunuh diri didalam tahanan Mabes Polri Jakarta. Isu yang diduga sengaja disebarkan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab melalui short massage service (SMS) tersebut juga dikirimkan ke ponsel istrinya orang nomor satu di Kabupaten Kendal, Ny. Dr. Widya Hendy Boedoro.
Hal tersebut terungkap di acara anjangsih (pengajian rutin keliling) yang diikuti Ny. Dr. Widya Hendy Boedoro di pendopo Kecamatan Ringinarum Kendal, Jumat (16/3) kemarin. Dikatakan ibu empat putra yang masih anggun dan cantik didepan tamu undangan anjangsih ini, dirinya berulang kali mendapat kiriman SMS yang menyebutkan kalau Bupati Hendy berulang kali mau mencoba bunuh diri. Labih sadis dalam kiriman SMS gelap tersebut, Hendy pernah melakukan membentor-bentorkan kepalanya ke tembok, namun berhasil diselamatkan penjaga.
“Masya Allah, ko ada yang tega berbuat seperti itu. Fitnah dan gangguan yang selama ini saya alami untuk keluarga sangat berat. Tapi saya dan keluarga tetap tabah dan tawakal. Karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggungjawab tersebut saya yakin pasti akan mendapat balasan dari Allah. Dan untungnya keluarga saya, terutama anak-anak sudah mengerti dan memahami maksud dari orang-orang yang berbuat jahat pda kami,”papar Ny. Dr. Widya saat menjadi ‘ustadzah’ di pengajian anjangsih di pendopo kecamatan Ringinarum, kemarin.
Saat ditanyakan nomor ponselnya, dr. Widya mengaku sudah menghapus nomor tersebut.”Untuk apa ditanggapi. Malahan akan membuat mereka GR aja. Saya hapus dan tidak akan menanggpinya,”ujarnya. Saat ditanyakan apakah mau melaporkan kiriman SMS tersebut karean meresahkan? dr. Widya kembali menegaskan, tidak akan melayani perbuatan jahat orang lain.
Beredarnya isu lewat SMS ternyata juga menyebar ke kalangan masyarakat umum. Kader-kader Golkar, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kendal juga mendapat kiriman isu menyesatkan tersebut. Idhom, ketua AMPG DPD Golkar Kendal, kepada koran ini, kemarin juga mengaku dapat kiriman SMS.”Ini bisa meresahkan masyarakat. SMS itu juga mengabarkan kalau pak Hendy pernah minta pada sarung pada keluarganya, dan saat disobek-sobek mau mencoba bunuh diri ketahuan penjaga tahanan. Pokoknya SMS aneh dan jelas-jelas sesat,”ungkap Idhom, kepada METEOR di ruang Press Room Pemkab Kendal, kemarin. (jec)
-
Arsip
- Juli 2007 (14)
- Juni 2007 (7)
- Mei 2007 (24)
- April 2007 (10)
- Maret 2007 (3)
- Februari 2007 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS